Wednesday, July 7, 2010

Design Untuk Huruf Timbul/Lettering Dan Signboard

Design Untuk Huruf Timbul/Lettering Dan Signboard. Ini adalah design yang akan dibuat menjadi huruf timbul/lettering yang akan dipasang di Indoor maupun Outdoor. Huruf Timbul/Lettering sampai saat ini masih menjadi favorit setiap perusahaan yang dipasang di ruangan resepsionis untuk menunjukan kebonafitan perusahaan tersebut kepada konsumen atau patner bisnis yang datang ke kantor untuk bernegoisasi atau melakukan meeting rutin.

Huruf Timbul/Lettering yang menarik dapat membangun image dari perusahaan tersebut dan memperkenalkan logo perusahaan sehingga dapat dikenal dengan baik oleh konsumen.

Selain huruf timbul/lettering yang dipasang di resepsionis ada juga yang dipasang di pagar perusahaan atau gedung perusahaan dengan design yang menarik sehingga menjadi daya tarik sendiri.

Selain huruf timbul/lettering seringkali dirangkai dalam sebuah panel yang menyatukan huruf-huruf dan logo-logo sehingga menjadi satu kesatuan yang sering kita sebut signboard. Signboard sering kali dipasang di luar ruang dibandingkan di dalam ruangan. Baik dipasang di dalam ruangan maupun luar ruangan daya artistik merupakan faktor yang menjadi pertimbangan dalam memasang signbord.

Kalau anda ingin membuat atau memesan huruf timbul/lettering maupun signboard anda dapat menghubungi Karya Bersama Advertising email : image_bersama@yahoo.com atau contact person : Eko Trisna 0815 167 3384


Sunday, July 4, 2010

Packaging Salah Satu Media Promosi Yang Tanpa Disadari Oleh Produsen

Packaging salah satu media promosi yang tanpa disadari oleh Produsen. Selain berfungsi sebagai kemasan, packaging juga berfungsi sebagai media promosi yang sangat efektif cuma hal ini sering kali tidak disadari oleh Produsen. Dan Banyak dari produsen menganggap packaging merupakan beban produksi padahal dari packaging orang dapat menangkap pesan atau barang apa yang sedang ditawarkan kepada calon konsumen.

Sekarang ini sudah banyak produsen yang telah menyadari fungsi dari packaging sehingga mereka sangat memperhatikan sekali design dari packaging dari sebuah produk yang ingin ditawarkan kepada calon konsumen.

Banyak sekarang perusahaan yang menjalankan usaha dalam bidang packaging begitu juga designnya sesuai dengan produk atau jasa yang ingin ditawarkan kepada calon konsumen.

Kalau anda ingin menbuat atau merancang packaging untuk produk atau jasa dapat menghubungi kami CV Karya Bersama Advertising contact person : Eko Trisna 0815 167 3384 atau email: image_bersama@yahoo.com

Saturday, June 12, 2010

Apakah Co-Branding Yang Dilakukan smartFren Meraih Pangsa Pasar?

Apakah Co-Branding yang dilakukan smartfren meraih pangsa pasar? ini merupakan pertanyaan yang sah-sah kita harus melihat ini sebuah strategi alternative untuk meraih pangsa pasar yang masing-masing branding telah memiliki pangsa pasar. Apakah strategi ini akan berhasil tentunya perlu pengkajian yang lebih mendalam dan selalu melakukan analisa pasar yang pas ingin masuk ke mana co-branding yang sedang dilakukan jangan sampai malah merusak pangsa pasar dari masing-masing dari brand yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia. Padahal sebelumnya kedua branding juga merupakan saingan di pangsa pasar yang sama akankah bila digabungkan menjadi brand yang besar kita lihat nanti.

Strategi co-branding juga akan menjadi bumerang bagi kedua brand apabila tidak dilakukan dengan benar dan akhirnya merugikan kedua brand yang sudah dikenal sebelumnya.

Persaingan telekomunikasi di Indonesia yang saat ini dikuasai oleh tiga operator yang lebih dulu mendapat pangsa pasar seperti Telkomsel, Indosat dan XL membuat pesaing lain melakukan manuver-manuver untuk mendapat pangsa pasar telekomunikasi di Indonesia.

Yang salah satu manuver itu yaitu melakukan co-branding tapi tentu pemimpin pasar tidak akan tinggal diam melihat hal ini, yang apabila co-branding yang dilakukan pesaingnya yaitu smartfren akan mengambil pangsa pasarnya dengan mudah.

Hal ini juga  akan membangunkan pemimpin pasar untuk menghalau supaya pangsa pasarnya tidak diambil ini merupakan resiko yang amat berbahaya bagi smartfren bisa-bisa akan terjadi pailit karena tidak bisa bersaing dengan pemimpin pasar yang dengan sendirinya melakukan serang balik kepada co-branding yang dilakukan smartfren. Jika smartfren tidak memiliki kekuatan untuk bertahan atau memiliki segala kemampuan untuk dapat bersaing dengan pemimpin pangsa secara langsung jelas-jelas strategi co-branding yang dilakukan akan gagal total dan dampak yang paling parah yaitu kebangkrutan.

Terkadang tim pemasaran terlalu terburu melakukan perlawanan kepada pemimpin pangsa padahal kemampuannya masih terbatas.

Dengan Co-branding dengan sendiri kita menantang pemimpin pasar, dan tentunya pemimpin pasar akan melakukan serang balik yang mungkin tidak kita perhitungkan sebelum.

Jadi kesimpulannya apakah co-branding smartfren akan berhasil ini tergantung berapa kuat dapat bertahan melawan pemimpin pasar telekomunikasi di Indonesia.

Strategi Co-Barnding

Pemasaran barang atau jasa di bawah dua atau lebih merek dagang dari perusahaan yang berbeda adalah cara yang populer untuk memperluas eksposur sebuah merek baru yang ada atau di pasar dan dapat digunakan dengan berbagai cara.

Walaupun co-branding bukanlah konsep baru, tetap penting untuk mempertimbangkan tujuan strategis proyek dan untuk menangani seluruh risiko yang mungkin sebelum diluncurkan.
 

Sementara salah satu peserta dalam latihan co-branding mungkin ada dalam pikiran untuk meningkatkan pendapatan atau pengakuan merek, peserta lain mungkin ingin menembus pasar baru atau memperkenalkan produk-produk baru atau jasa. Tujuan pun dapat diterapkan dalam situasi tertentu, setiap peserta harus benar-benar yakin dari awal bahwa tujuan yang khusus bertepatan dengan kesempatan yang sebenarnya yang akan timbul dari kampanye pemasaran yang dimaksud.
 

Untuk memastikan bahwa semua peserta manfaat dari kampanye, penting untuk mengidentifikasi mitra yang tepat - kompatibilitas mitra potensial memainkan peran penting dalam keberhasilan proyek.
 

Para pihak tidak harus berukuran sama atau reputasi. Ketika mitra dominan bergabung dengan pasukan merek kecil, biasanya lebih kecil mitra manfaat dari kepercayaan dan loyalitas yang melekat pada merek yang lebih besar, sedangkan yang kedua dapat menggunakan merek yang lebih kecil untuk penetrasi sektor pasar yang baru.
 

Co-branding oleh dua atau lebih pemain kecil bisa lebih strategis dan kreatif di alam.
 

Dalam situasi seperti pihak harus memastikan bahwa jumlah total dari hasil upaya pemasaran bersama dalam pengenalan merek lebih besar daripada apa yang telah dicapai dengan kampanye individu.
 

Setelah pasangan yang kompatibel telah teridentifikasi, risiko dari proyek co-branding harus dipertimbangkan dan diperhatikan. Situasi berikut ini dapat menimbulkan risiko serius bagi peserta dan harus ditangani dalam perjanjian kerjasama: 

    * Kegagalan proyek karena tujuan strategis keuangan atau lainnya tidak tercapai.
    
* Sebuah perubahan strategi atau penarikan produk.
    
* Sebuah pelanggaran kontrak, kepailitan atau perubahan pengendalian dari salah satu peserta.
    
* Tiba-tiba itu degenerasi reputasi peserta sebelumnya stainless.
    
* Penggunaan tidak sah merek dagang peserta.
 

Sangat penting bahwa langkah-langkah yang sesuai kontrak diletakkan di tempat untuk memastikan bahwa peserta mempertahankan kepemilikan, dan kontrol kualitas atas, merek dagang masing-masing. Ini bisa dicapai dengan benar worded, lisensi merek dagang timbal balik dimasukkan ke dalam perjanjian kerjasama. Lisensi ini seharusnya tidak hanya menentukan apa yang akan merupakan dasar penggunaan merek dagang pihak ', tetapi juga yang berlaku pembatasan dan keterbatasan.

Sebuah risiko serius yang semua pemilik merek dagang harus waspada terhadap adalah dilusi merek dagang mereka, di mana penggunaan merek dagang pada produk selain yang sehubungan yang menandai terdaftar atau terkenal karena akan merusak atau kerusakan karakter yang khas atau reputasi. Sebagai contoh, dapat dibayangkan bahwa Coca-Cola restoran, Coca-Cola motor, Coca-Cola cat dan sejenisnya akhirnya bisa mengikis atau menghancurkan tandai ini terkenal.
 

Risiko pengenceran melekat dalam co-branding dan kontrak sehingga harus memberikan peserta dengan pilihan untuk mengakhiri lisensi dalam kondisi yang tepat.

Co-branding tidak menyukai setiap perusahaan. Sangat menarik untuk dicatat bahwa bentuk-bentuk aliansi strategis BMW hanya dalam keadaan luar biasa. Namun, meskipun risiko, peserta co-branding dapat memperoleh manfaat besar dari latihan tersebut, mengingat situasi yang tepat dan diberikan direncanakan dan dikelola dengan perawatan yang diperlukan.

Saturday, June 5, 2010

Perang Harga dalam Kampanye Periklanan

Perang harga dalam kampanye periklanan sekarang ini terjadi dalam bidang telekomunikasi di Indonesia.
Operator telekomunikasi di Indonesia dalam melakukan kampanye periklanannya terjebak ke dalam perang harga. Mereka mengatakan lebih murah dari operator lain tapi apakah kenyataannya memang murah? ini perlu di perhatikan dan dikaji lebih mendalam, kemungkinan ini hanya sebuah bom bardir yang ditawar operator telekomunikasi untuk menarik massa atau calon pelanggan untuk menggunakan jasa layanan meraka akan tetapi kalau dibuktikan belum tentu apa yang di iklan sama dengan apa yang dilakukan atau dengan kata lain tidak sesuai dengan fakta-fakta yang ada sebenarnya.

Apakah dengan memberikan harga yang murah operator dapat mengeruk keuntungan atau laba ini sangat mustahil dikarena biaya produksinya saja cukup tinggi mulai dari perencanaan awal sampai penerapan akhir teknologi yang digunakan tentunya kan menjadi kendala dalam memberikan pelayanan yang prima untuk itu dengan sendiri operator mencari alternatif dengan menggunakan perangkat yang lebih murah dengan otomatis pelayanannya juga menjadi tidak berkualitas.

Ini menjadi delematis diatu sisi ingin memberikan pelayanan yang prima dan dilain sisi harus menekan budget produksi. Tentunya operator memutar  otak untuk mencari solusi yang salah satu dengan melakukan bombardir penawaran dengan harga murah melalui kampanye periklanan.

Sebagai pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia anda harus lebih jeli dan teliti mana yang benar-benar memberikan pelayanan sesuai dengan kampanye periklanan mereka atau hanya sebuah alat untuk menarik pelanggan.

Anda harus berhati-hati dan tidak termakan oleh iklan-iklan yang menawarkan harga murah dari sebuah pelayanan jasa telekomunikasi di Indonesia. Tapi anda harus tau bagaimana kualitas layanan yang diberikan oleh operator tersebut benar apa tidak.